TUHAN 9 CM ITU BERNAMA ROKOK

Posted: March 23, 2010 in KESEHATAN
Tags:

“WAHAI PARA PESILAT WASPADALAH”

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,

Tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok

Di sawah petani merokok

di pabrik pekerja merokok

di kantor pegawai merokok

di kabinet menteri merokok

di reses parlemen anggota DPR merokok

di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok

hansip-bintara-perwira nongkrong merokok

di perkebunan pemetik buah kopi merokok

di perahu nelayan penjaring ikan merokok

di pabrik petasan pemilik modalnya merokok

di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok


Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im

sangat ramah bagi para perokok

tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang-orang

yang tak merokok

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok

di ruang kepala sekolah…ada guru merokok

di kampus mahasiswa merokok

di ruang kuliah dosen merokok

di rapat POMG orang tua murid merokok

di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tentang tuntunan cara merokok

Di angkot Kijang penumpang merokok

di bis kota yang sumpek duduk orang bertanding merokok

di loket penjualan karcis orang merokok

di kereta api penuh sesak orang festival merokok

di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok

di andong Yogya kusirnya pun merokok

sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok

Negeri kita ini sungguh seperti nirwana bagi para perokok

tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok

Rokok telah menjadi dewa, berhala, dan tuhan baru

secara diam-diam dia menguasai kita

Di pasar orang merokok

di warung Tegal pengunjung merokok

di restoran, di toko buku orang merokok

di kafe dan diskotik mereka semua merokok

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter

tak tertahankan asap rokok menyergap kita

bayangkan isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur

ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya

mirip asbak rokok

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul

saling menularkan HIV-AIDS sesamanya

tapi kita tidak ketularan penyakitnya

Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya

mengepulkan asap rokok di kantor atau di stop-an bus

kita ketularan penyakitnya

Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin

yang paling subur di dunia

dan kita yang tak langsung menghirupnya bisa ketularan kena

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok

di apotik yang antri obat merokok

di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok

di ruang tunggu dokter pasien merokok

dan ada juga dokter-dokter merokok

Istirahat dari main tenis orang pun merokok

di pinggir lapangan voli orang  juga merokok

menyandang raket badminton orangpun juga merokok

bahkan pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi ia merokok

panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis

turnamen sepakbola mereka mengemis-ngemis

mencium kaki sponsor perusahaan rokok

Bahkan Di kamar kecil 12 meter kubik

sambil ‘ek-’ek pun orang goblok merokok

di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh

orang goblok juga merokok

di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi,

orang-orang goblok itu pun merokok

SEKALI LAGI

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im

sangat ramah bagi para perokok, tapi tempat siksa kubur

hidup-hidup bagi orang yang tak merokok

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru

yang secara diam-diam menguasai kita


Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.

Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.

Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih warnanya, kemana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya.

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok
ashabul yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok.

Laa taqtuluu anfusakum. Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan.

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu, yaitu ujung rokok mereka.

Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai terbatuk-batuk.

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok. Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas.

Lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat di bawah korban narkoba.

Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan indah dan cerdasnya.

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini.

Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s